Hidup di dunia ini tidaklah sendiri, harus ada rasa saling pengertian, peduli, dan tolong menolong. Harus ada toleransi yang tinggi untuk dapat berbaur dalam kehidupan bermasyarakat. Ada yang kaya, ada pula yang miskin, ada yang berduit, ada pula yang serba kekurangan dan tubuhnya tinggal kulit. Harus ada keseimbangan dan pemerataan agar semua bisa merasakan kebahagiaan sesuai dengan porsinya masing-masing. Itulah perlunya kita berbagi, memberi dengan ikhlas hati. Alangkah indahnya ketika kita melihat anak kita menjadi pribadi yang senang berbagi, menjadikan peduli adalah bagian dari hidupnya...Lalu, bagaimana cara mengajarkannya? Bukankah berbagi akan terasa sulit bagi anak, karena pada dasarnya anak memiliki ego yang tinggi?
Ya, itulah alasan kenapa kita harus mengajarkannya terlebih dahulu, karena kita menyadari bahwa pada umumnya anak memiliki ego yang tinggi. Dan cara mengajarkannya pun harus dari hal-hal yang paling sederhana dahulu, seiring dengan perkembangan logika anak. Nah...dibawah ini saya akan berbagi Tips Asuhan Cerdas tentang teknik berbagi yang dapat diajarkan pada anak kita sehari-hari melalui apa yang ada di sekitarnya, cekidot :
1. Arti Pentingnya Berbagi
Berbagi berarti peduli, berbagi berarti memberi, memberi berarti bermurah hati, murah hati berarti tidak pelit. Buat anak kita menjadi pribadi yang pandai berbagi. Sedini mungkin ajari anak menjadi pribadi yang murah hati. Dengan mengajarinya berbagi, berarti kita juga mengajarkan anak untuk peduli dengan orang lain yang kekurangan atau membutuhkan.
Katakan pada anak bahwa temannya memerlukan bantuan. Sebaliknya, tekankan bahwa suatu saat dia juga akan membutuhkan bantuan temannya. Orang hidup harus saling memberi dan menerima.
2. Teknik Berbagi
Kita akui, ya atau tidak, terkadang kita dibuat bingung dalam menghadapi anak yang sulit diajak berbagi dengan teman. Namun, kita harus tetap sabar dan menahan marah, atau bahkan mengatakan dia pelit, kikir, dsb. Alangkah lebih baik agar kita terus mendukung anak untuk berbagi, karena apabila anak sering kita cap (katakan) bahwa dia pelit, kikir, dsb kecenderungan yang terjadi anak malah akan menjadi demikian, dan gengsi untuk mengubah pendirian. Anak yang masih kecil bisa jadi dia tidak tahu arti "pelit". Bahkan bisa juga malah dia menganggap itu adalah hal yang positif. Oleh karena itu, selalu tanamkan nilai-nilai, kata-kata positif pada setiap gerak langkah si kecil. Biasakan membagi-bagi makanan untuk keluarga, dan perlihatkan di depan anak, sambil berkata untuk siapa saja bagian makanan tersebut. Mintalah anak memberikan pada masing-masing orang. Beri tepuk tangan, pelukan, dan ciumlah anak Anda. Niscaya anak akan senang.
Ketika mengajak anak berbelanja hendaknya kita sisipkan juga membeli sesuatu untuk orang lain. Komunikasikan pada anak untuk apa kita membeli barang tersebut, meski anak belum pandai berbicara. Dengan demikian, diharapkan anak akan terbiasa mengingat orang lain (untuk berbagi), bahkan besar kemungkinan pula suatu saat anak akan membuat kejutan untuk kita berupa usulan untuk membelikan sesuatu untuk teman atau orang lain tanpa kita minta. Woww...membanggakan banget bukan?
Ajarkan pula pada anak untuk mau meminjamkan mainan atau buku cerita pada temannya dengan ikhlas, katakan bahwa temannya belum mampu membeli oleh karena itu temannya ingin meminjam. Dengan demikian, anak kelak akan diberi kemudahan teman ketika membutuhkan bantuan.
3. Menghargai Privasi Anak
Kadang kita dihadapkan pada anak yang bersikap anaeh, suatu hari dia mau membagikan makanan untuk
temannya dengan senang hati, namun pada saat tertentu anak tidak mau meminjamkan mainan kepada temannya. Tenang saja, tidak perlu marah atau putus asa, hal ini bukan berarti anak Anda pelit, bisa jadi anak menganggap bahwa mainan tersebut adalah barang pribadi yang tidak boleh dibagi. It's OK, mari kita hargai privasi anak. Anda bisa mengatakan pada temannya bahwa kalau mainan yang ini memang tidak bisa dipinjamkan, namun kita juga harus mengajarkan anak untuk memilih mainan mana yang boleh dipinjamkan dan mana yang tidak agar temannya tidak terlalu kecewa. Mintalah pada anak untuk memikirkan barang apa saja yang tidak boleh dipinjamkan, bisa kita berikan contoh seperti sikat gigi, pakaian dalam, dll. Seiring dengan perkembangan usianya, anak akan mengerti dan pandai berbagi. Kelak dia akan tahu mana yang bisa dibagi dan mana yang tidak boleh dibagi.
Yukk, sedini mungkin kita ajarkan pada anak-anak kita tentang berbagi, berikan contoh atau teladan untuk berbagi. Tekankan bahwa dia harus menjadi pribadi yang murah hati maka segala kemudahan dari orang lain juga akan didapat.
Dari pembahasan Tips Asuhan Cerdas di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa dengan mengajarkan anak untuk berbagi, kita juga mengajarkan anak peduli dengan orang lain yang kekurangan atau membutuhkan. Ajarkan anak untuk belajar menghargai orang lain melalui barang yang diberikan. Ajarkan anak memilih barang yang bisa dibagi dan yang tidak.
Baiklah, semoga Tips Asuhan Cerdas kali ini bermanfaat untuk Anda, apabila ada kekurangan dalam pembahasannya saya mohon maaf dan sekiranya Anda bersedia untuk berbagi pengetahuan dan pengalamannya disini :)
By: R. Listyandari




