CARA MENDIDIK KOMUNIKASI ANAK DENGAN MAINAN


Seorang anak yang sedang tumbuh secara alamiah pada umumnya akan menemukan berbagai cara untuk berkomunikasi dalam tahapan prabicaranya. Namun, seorang anak yang tidak berusaha untuk berkomunikasi dalam bentuk prabicara secara khusus meraih keuntungan dari berbagai kegiatan rutin sosial dan suatu lingkungan dimana ia didorong untuk meminta apapun yang diinginkannya. Jenis anak seperti ini juga meraih keuntungan ketika seorang dewasa mengikuti pimpinan si anak selama bermain.
Lingkungan yang bersifat responsive membatu pewaktuan dan frekuensi tindakan komunikasi awal seorang anak, yang memprediksi perkembangan berbahasanya kemudian. Berbagai prediksi lainnya juga termasuk seberapa efektifnya para bayi mengkomunikasikan kebutuhan mereka, bagaimana cara bayi bermain dengan berbagai benda, dan seberapa baik mereka kelihatannya memahami kata-kata dan ekspresi wajah. Pada akhirnya ketika seorang anak mulai menggunakan suatu tindakan komunikasi dengan lebih sering per menitnya, maka ia sudah dekat untuk mengucapkan kata-kata pertamanya.
Ada banyak cara untuk mendidik komunikasi seorang anak melalui berbagai macam stimulant-stimulant yang ada di sekitar kita, salah satunya yaitu dengan mainan anak. Anda dapat mengumpulkan beberapa dari benda-benda berikut ini dan buatlah anak Anda berada sedekat mungkin dengan mainannya. Hindari menguji anak Anda dengan benda-benda tersebut, sebagai gantinya gunakan benda-benda tersebut sebagai pendukung untuk mendorong komunikasi prabicara. Silakan simak Tips Asuhan Cerdas berikut tentang beberapa teknis yang bisa Anda praktekkan sehari-hari seperti di bawah ini :

  1. Mainkan sebuah mainan bersuara yang akan mati atau berhenti secara otomatis. Ketika mainan tersebut berhenti bersuara, tunggulah hingga anak Anda “meminta” Anda untuk memainkannya lagi. 
  2. Tiuplah peluit, kemudian berhentilah, dan tunggulah tanggapan anak Anda. 
  3. Apabila anak Anda memiliki suatu permainan social kesukaan (seperti menunggang kuda-kudaan, ayunan, dll), lakukan kegiatan rutin tersebut selama beberapa kali, kemudian berhenti dan tunggu tanggapan anak Anda. 
  4. Mainkan boneka karet (bebek, penguin, lumba-lumba, dll) yang bisa berbunyi beberapa kali, sementara anak Anda berada di dalam bak mandi, kemudian biarkan mainan tersebut mengambang hingga anak Anda “meminta” Anda untuk membunyikannya lagi. 
  5. Apabila anak Anda suka meletakkan berbagai mainan di dalam bak mandinya sebelum ia sendiri masuk ke dalamnya, letakkan mainan-mainan tersebut di suatu tempat sehingga ia terdorong untuk “memintanya”. 
  6. Apabila anak Anda menyukai gelembung-gelembung sabun ketika mandi di dalam bak mandi, jangan secara otomatis membuatkannya. Tunggu sampai ia meminta untuk membuatkannya. 
  7. Gunakan mainan yang terdiri atas beberapa potong bagian, seperti puzzle, tumpukan cincin, balok susun, dll. Tempatkan tiga atau empat potong di bagian tangan anak Anda satu demi satu, kemudian berikan ia sebuah benda yang tidak cocok dengan mainan tersebut. Tunggulah bagaimana ia bereaksi. 
  8. Ketika anak Anda selesai mandi, berikan ia kesempatan untuk memilih handuk mana yang ingin ia gunakan. Biarkan ia memilihnya.B
  9. iarkan anak Anda melihat dirinya di sebuah cermin untuk bayi. Kemudian katakan, “Dimana anak Bunda? Ini dia!” Kemudian lihatlah sendiri ke arah cermin dan ucapkan, “Dimana Bunda? Ini dia!” Lakukan secara bergiliran selama beberapa kali kemudian tempatkan cermin tersebut di atas pangkuan dan tunggulah tanggapan anak Anda.
Dalam kehidupan sehari-hari, Anda akan menemukan ratusan kesempatan untuk mendidik anak Anda berkomunikasi. Anda tidak perlu mendengarkan sepatah kata pun untuk mengalami komunikasi. Apabila anak Anda menunjuk ke apa yang diinginkannya dan melihat Anda dengan penuh harap, itu tandanya ia sedang berkomunikasi, pastikan untuk menanggapi permintaannya sehingga ia belajar bahwa komunikasi tersebut memberikan hasil.
Okay…semoga pembahasan Tips Asuhan Cerdas kali ini memberikan manfaat bagi Anda dan pembaca lainnya, apabila ada kemungkinan teknis lainnya yang belum sempat saya ketahui, silakan bisa Anda share disini :)